TERASJABAR.ID – Eskalasi Timur Tengah yang terjadi saat ini sangat besar dampaknya terhadap perekonomian global. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pun mendorong kenaikan harga harga dari sejumlah kebutuhan pokok.
“Tentunya dengan terjadi konflik Timur Tengah ini menjadi sebuah kekhawatiran di kalangan masyarakat, karena beredarnya isu atas kelangkaan BBM maupun elpiji. Kita tahu, kedua bahan pokok itu cukup berpengaruh terhadap berbagai sendi kehidupan,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Indrustri ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Efendi S.STP.,M.SI.
Ridwan memastikan harga BBM sajauh ini belum ada tanda-tanda mengalami kenaikan. Kalau pengaruh secara langsung sebenarnya saat ini kan sudah diinformasikan, jadi pemerintah pusat sampai dengan saat ini belum ada rencana menaikan harga,” kata Ridwan. Selasa (7/4/2026).
Ridwan juga menegaskan untuk satu bulan ke depan pun belum ada informasi kenaikan, serta untuk stok BBM sendiri dinyatakan aman. Karenanya, ia juga berpesan agar masyarakat tidak melakukan panic buying. Walaupun upaya penghematan harus diupayakan bersama.
“Untuk satu bulan ke depan juga ini tidak ada kenaikan. Untuk stok sendiri masih aman, untuk Garut sendiri normal jadi masyarakat tidak usah panic buying tapi upaya penghematan itu harus sudah dilakukan upaya bersama,” tegas Ridwan.
“Baik kondisi stok aman ataupun langka, penghematan tetap diupayakan. Dan ini harus jadi gerakan, karena pemborosan BBM itu kan hal yang tidak baik,” lanjut Ridwan.
Ridwan juga menghimbau kepada masyarakat untuk menanyakan ketersedian stok BBM kepada SPBU. Masyarakat juga harus tahu jam pengisian BBM sebagai upaya mengantisipasi terjadinya antrian panjang.*











