Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa sejak tanggal 16 hingga 19 Januari 2026, terdapat dua titik utama yang terdampak genangan air di wilayah Pekalongan.
Dampak tersebut menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan.
“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini, proses refund telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,” jelas Bobby.
Selain refund, PT KAI juga melakukan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan, serta operation recovery untuk memulihkan keandalan prasarana.
Dalam penanganan darurat, PT KAI telah melakukan peninggian jalur rel setinggi 23 sentimeter dan akan melanjutkan pekerjaan penguatan prasarana dengan rencana peninggian hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter, termasuk penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan.
Kemenhub akan terus melakukan monitoring intensif 24 jam terhadap kondisi jalur rel dan cuaca. Tim prasarana dan sarana perkeretaapian juga dikerahkan untuk menurunkan air dan membersihkan material banjir di jalur rel.
Pemerikaaan juga dilakukan secara menyeluruh terhadap konstruksi rel, bantalan, dan jembatan.
Turut hadir dalam peninjauan itu, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono dan Walikota Pekalongan Afzan Arslan.***















