Kepala Bapanas menjelaskan ke depannya pemerintah akan menjaga harga agar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen atau Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen. Ini karena mengingat kuatnya stok pangan pokok strategis secara nasional.
“HET juga kita jaga. Kenapa? Alhamdulillah stok kita, pangan strategis, beras, stok kita, hari ini 3,3 juta ton. Ini tertinggi stok akhir tahun sepanjang sejarah. Minyak goreng juga tersedia. Jadi ini juga tidak ada alasan untuk naik,” kata Amran.
“Kemudian daging ayam justru dibawa HAP tadi. Itu di Rp 22 ribu-23 ribu per kilogram, padahal HAP 25 ribu. Ini harus naik. Insya Allah di Ramadhan naik. Kemudian telur aman, bawang merah aman. Stok sampai Idulfitri lebih dari cukup. Sekarang stok kita banyak,” sebut Amran optimis.
Ia meminta semua pihak agar dapat terlibat dan sejalan dengan pemerintah. Harga harus dijaga sesuai yang telah ditentukan. Ini agar produsen tersenyum, pedagang bahagia, dan konsumennya juga ikut menikmati, terutama selama bulan suci Ramadhan.***

















