TERASJABAR.ID – Kedelai dan produk olahannya, seperti tahu dan tempe, mengandung antioksidan unik yang disebut isoflavon.
Senyawa nabati ini dikenal karena kemampuannya meniru hormon estrogen pada manusia, sehingga sering disebut juga fitoestrogen.
Karena sifatnya mirip estrogen, isoflavon menawarkan manfaat kesehatan yang serupa dengan hormon tersebut.
Salah satu manfaat utama isoflavon adalah meredakan gejala menopause.
Penurunan kadar estrogen saat menopause dapat menyebabkan keringat malam, perubahan mood, kelelahan, sulit tidur, dan kekeringan pada vagina.
Mengonsumsi makanan kaya isoflavon, seperti tempe, tahu, dan susu kedelai, dapat menjadi alternatif alami untuk mengurangi gejala tersebut.
Isoflavon juga bermanfaat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), terutama bila diperoleh dari sumber makanan, bukan suplemen.
Selain itu, senyawa ini dapat mencegah osteoporosis dengan membantu menjaga kepadatan tulang yang menurun akibat penurunan estrogen.
Isoflavon juga berperan dalam menurunkan risiko diabetes dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol gula darah.
Penelitian menunjukkan bahwa isoflavon dari kedelai tidak meningkatkan risiko kanker payudara, malah bisa menurunkan kemungkinan terkena kanker pada fase perimenopause dan pascamenopause.
Sumber isoflavon meliputi: kedelai, edamame, tempe, tahu, miso, susu kedelai, kacang lima, kacang arab, kacang tanah, dan pistachio.
Suplemen isoflavon tersedia, tetapi dosisnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu, misalnya untuk meredakan gejala menopause atau mencegah pengeroposan tulang.
Bagi kebanyakan orang, mengonsumsi isoflavon dari makanan sudah cukup, dan konsultasi dengan dokter disarankan sebelum menggunakan suplemen.-***














