Makna “Head High” yang diusung Romeny terasa relevan dengan perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi.
Kekalahan telak dari Australia menjadi pukulan berat, namun kemenangan atas Bahrain menunjukkan bahwa semangat untuk terus berjuang tetap hidup. Romeny ingin selebrasinya menjadi pengingat bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.
“Ini adalah pesan positif untuk siapa pun yang sedang mengalami masa sulit, baik dalam sepak bola maupun kehidupan,” tambahnya.
- MERAYAKAN KEMBALINYA ARKETIPE KEFITRAAN
- Ditangkap Karena Pengrusakan Mobil Angkutan Umum, Ketahuan Bawa Obat-obatan Terlarang
- Puluhan Ribu Pemudik Masuk Kuningan, Setiap 15 Menit Ada 728 Ranmor
- Beredar Surat Undangan Sholat Idulfitri oleh Pemkab Bandung Jumat Besok, Sekda Bilang Itu Hoax
- Jelang Lebaran, Polresta Cirebon Ungkap Peredaran Uang Palsu Rp12 Miliar
Gestur ini juga mencerminkan karakter Romeny sebagai pemain. Di lapangan, ia dikenal ngotot, mobile, dan tak mudah menyerah—sifat yang ia bawa dari pengalamannya di NEC Nijmegen, FC Emmen, FC Utrecht, hingga Oxford United.
Selebrasi “Head High” seolah menjadi cerminan pribadinya yang selalu berusaha bangkit, bahkan saat tekanan datang bertubi-tubi.
















