Makna “Head High” yang diusung Romeny terasa relevan dengan perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi.
Kekalahan telak dari Australia menjadi pukulan berat, namun kemenangan atas Bahrain menunjukkan bahwa semangat untuk terus berjuang tetap hidup. Romeny ingin selebrasinya menjadi pengingat bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.
“Ini adalah pesan positif untuk siapa pun yang sedang mengalami masa sulit, baik dalam sepak bola maupun kehidupan,” tambahnya.
- Produksi Beras Diproyeksikan Capai 10,16 Juta Ton pada Triwulan I 2026, Berikut Data BPS
- Viral, Berandalan Bermotor Berulah di Margaasih, Bawa Kabur Motor
- Barcelona Kuasai Elche, De Jong Jadi Kunci di Lini Tengah
- Real Madrid Siap Hadapi Tantangan Mendatangkan Vitinha
- Rashford dan Barcelona: Kesepakatan Permanen di Tengah Minat Manchester United
Gestur ini juga mencerminkan karakter Romeny sebagai pemain. Di lapangan, ia dikenal ngotot, mobile, dan tak mudah menyerah—sifat yang ia bawa dari pengalamannya di NEC Nijmegen, FC Emmen, FC Utrecht, hingga Oxford United.
Selebrasi “Head High” seolah menjadi cerminan pribadinya yang selalu berusaha bangkit, bahkan saat tekanan datang bertubi-tubi.
















