Saat ini, produksi gula nasional berada di kisaran 2,6–2,7 juta ton, sementara kebutuhan gula konsumsi sekitar 2,8–2,9 juta ton. Artinya, selisih yang harus dikejar relatif kecil dan semakin mendekati titik aman.
“Berarti sisa 100–200 ribu ton lagi. Insya Allah paling lambat tahun depan kita selesaikan,” ujarnya optimistis.
Lebih luas, kebutuhan gula nasional saat ini mencapai 6,7 juta ton, terdiri dari 2,8 juta ton gula konsumsi dan 3,9 juta ton gula industri. Dengan produksi gula kristal putih sekitar 2,67 juta ton dari luas areal 563 ribu hektare, masih dibutuhkan tambahan signifikan untuk mencapai kemandirian penuh.
Meski demikian, Mentan mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh tata kelola yang adil dan berpihak pada petani.
“Aneh banget kan? Tolong deh, kalau ada yang main-main, jangan permainkan nasib orang kecil,” tegasnya.
Mentan menegaskan bahwa capaian sektor pangan nasional saat ini merupakan hasil kerja keras bersama, termasuk keberhasilan menjaga stok beras nasional pada level tertinggi sepanjang sejarah.
“Pangan, setelah kita berjibaku satu tahun, swasembada pangan jadi kenyataan hari ini. Stok hari ini per tadi pagi 4,6 juta ton, tertinggi selama merdeka. Biasanya 1,5 juta ton di bulan April. Sekarang gudang tidak muat,” pungkasnya.***
Sumber: Kementan
















