Sektor IKFT juga dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural seperti tingginya impor bahan baku kimia, ketergantungan terhadap Active Pharmaceutical Ingredients (API), masuknya produk tekstil murah yang menekan industri dalam negeri, serta potensi rerouting produk kaca dari negara lain.
Pemerintah menilai bahwa tantangan tersebut perlu direspons melalui strategi komprehensif yang mencakup penguatan regulasi, peningkatan kualitas produk, harmonisasi standar, dan perluasan akses pasar.
Melalui penyelenggaraan Outlook dan Kinerja IKFT 2026, pemerintah berharap dapat memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika industri tahun mendatang.
Kemenperin optimis bahwa dengan kolaborasi yang baik, inovasi yang berkelanjutan, serta percepatan kebijakan penguatan struktur industri, sektor IKFT akan semakin mampu menopang perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.***

















