“Jadi, kita harus bersiap. Sebab, jika kita pelajari lebih lanjut, genteng sebagai material atap memiliki sejumlah keunggulan. Selain lebih sejuk, genteng juga lebih tahan lama, lebih ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan jenis atap lain yang bahan bakunya tidak berasal dari tanah,” sebut Menperin.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, pemerintah mencanangkan program gentengisasi. “Ini merupakan peluang yang sangat besar bagi rekan-rekan ASAKI. Oleh karena itu, saya meminta agar seluruh pihak dapat bersiap, karena arah kebijakan ke depan akan semakin menguat ke sana,” lanjutnya.
Pada Pelantikan Dewan Pengurus Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) periode 2026–2029 di Jakarta, Selasa (3/2), Menperin mengapresiasi kontribusi Dewan Pengurus ASAKI periode sebelumnya serta menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan ASAKI yang baru agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam perumusan dan implementasi kebijakan industri.
“Pemerintah memandang ASAKI sebagai mitra penting dalam mendorong industri keramik nasional naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tegas Menperin.***
















