Febri menekankan, penguatan IKI juga didukung oleh meningkatnya realisasi investasi industri pengolahan. Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi industri pengolahan mencapai Rp218,2 triliun atau menyumbang 43,9 persen terhadap total investasi nasional.
Kenaikan impor barang modal yang mencapai 17,27 persen secara tahunan pada November 2025 mengindikasikan adanya ekspansi kapasitas dan peremajaan mesin di sektor industri.
Kementerian Perindustrian akan terus memperkuat kebijakan strategis untuk menjaga momentum ekspansi industri, termasuk melalui penguatan pasar domestik, peningkatan daya saing industri berorientasi ekspor, pendalaman struktur industri, serta percepatan transformasi industri hijau dan digital.
“Capaian IKI Januari 2026 menjadi modal awal yang kuat bagi industri nasional untuk terus tumbuh berkelanjutan sepanjang tahun 2026,” pungkasnya.***














