terasjabar.id
Jumat, 3 April 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 3 April 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home News

Impor Garam Mengancam Kedaulatan Pangan Nasional

Eka Purwanto by Eka Purwanto
17 Feb 2026 15:28
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Impor Garam Mengancam Kedaulatan Pangan Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo.

TERASJABAR.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengkritik ketergantungan Indonesia terhadap impor garam dari Australia.

ADVERTISEMENT

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah kepada petani garam dalam negeri.

“Australia bisa menjual garam lebih murah karena teknologi mereka jauh lebih maju, skala produksinya besar, dan infrastrukturnya kuat. Di Indonesia, petani dibiarkan berjuang sendiri dengan alat tradisional dan ketergantungan pada cuaca,” tegas Firman, seperti ditulis Parlementaria pada Selasa (17/2/2026).

Firman menegaskan bahwa harga garam Australia yang lebih murah bukan berarti petani Indonesia kalah kualitas.

Menurutnya, perbedaan terjadi karena Australia didukung teknologi modern, skala produksi besar, serta infrastruktur yang kuat.

Di sisi lain, petani garam nasional masih bekerja dengan cara tradisional dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Ia menjelaskan, di Australia produksi garam dilakukan secara industri melalui sistem penguapan air laut di tambak berskala besar dengan manajemen modern.

Prosesnya efisien, mulai dari pemompaan air laut hingga kristalisasi dan panen.

Sementara di Indonesia, banyak petani belum memiliki teknologi pemurnian, fasilitas penyimpanan memadai, maupun jaminan harga yang stabil.

RELATED POSTS

Kedaulatan di Ujung Landasan, Catatan Bandara IMIP Sepanjang 2025

Firman menyebut situasi ini sebagai ketidakadilan struktural.

Petani lokal dipaksa bersaing dengan produk impor tanpa dukungan setara dari negara.

Ia juga menanggapi alasan rendahnya kualitas garam lokal yang kerap dijadikan dasar impor.
Menurutnya, persoalan kualitas muncul karena kurangnya investasi pada teknologi pascapanen dan standardisasi.

Firman mengingatkan bahwa ketergantungan impor garam berpotensi melemahkan ekonomi petani sekaligus mengancam kedaulatan pangan.

Komisi IV DPR, katanya, akan terus mendorong pemerintah membangun industri garam nasional yang modern dan mandiri.-***

Tags: Impor GaramKedaulatanPangan Nasional
ShareTweetSend

Related Posts

Kedaulatan di Ujung Landasan, Catatan Bandara IMIP Sepanjang 2025
Ragam

Kedaulatan di Ujung Landasan, Catatan Bandara IMIP Sepanjang 2025

31 Des 2025 04:09
Next Post
Jelang Play-off Liga Champions, Palladino Tegaskan Atalanta Tetap Percaya Diri

Jelang Play-off Liga Champions, Palladino Tegaskan Atalanta Tetap Percaya Diri

Bayer Leverkusen Siap Bayar Mahal, Florian Wirtz Malah Pilih ke Inggris

Bayern Munich Gunakan Taktik Leroy Sané untuk Dekati Florian Wirtz

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri yang Tewas Terseset Banjir di Cianjur Bersama Motornya Ternyata Warga Cinunuk

Pasutri yang Tewas Terseset Banjir di Cianjur Bersama Motornya Ternyata Warga Cinunuk

30 Mar 2026 12:58
Buat Lulusan SMA SMK, Knitto Group Bandung Buka Loker Terbaru, Minat?

Buat Lulusan SMA SMK, Knitto Group Bandung Buka Loker Terbaru, Minat?

24 Mar 2026 16:43
Datang Langsung! Mixue Cijagra Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Datang Langsung! Mixue Cijagra Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

1 Apr 2026 18:26
PT Ultrajaya Milk Bandung Buka Loker 2 Posisi Sekaligus, Minat?

PT Ultrajaya Milk Bandung Buka Loker 2 Posisi Sekaligus, Minat?

27 Mar 2026 15:39
Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

0
Tanah longsor Menerpa Rumah Warga di Kampung Bojongsari Garut

Tanah longsor Menerpa Rumah Warga di Kampung Bojongsari Garut

0
Miris, Sampah di Depan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Tegalluar Cibiru Hilir Dibiarkan Menggunung

Miris, Sampah di Depan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Tegalluar Cibiru Hilir Dibiarkan Menggunung

0
Dampak Hujan Deras, 31 Pohon Tumbang, Dua Baliho Roboh dan Tanggul Jebol

Dampak Hujan Deras, 31 Pohon Tumbang, Dua Baliho Roboh dan Tanggul Jebol

0
Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

3 Apr 2026 19:45
Tanah longsor Menerpa Rumah Warga di Kampung Bojongsari Garut

Tanah longsor Menerpa Rumah Warga di Kampung Bojongsari Garut

3 Apr 2026 19:33
Miris, Sampah di Depan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Tegalluar Cibiru Hilir Dibiarkan Menggunung

Miris, Sampah di Depan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Tegalluar Cibiru Hilir Dibiarkan Menggunung

3 Apr 2026 19:25
Dampak Hujan Deras, 31 Pohon Tumbang, Dua Baliho Roboh dan Tanggul Jebol

Dampak Hujan Deras, 31 Pohon Tumbang, Dua Baliho Roboh dan Tanggul Jebol

3 Apr 2026 19:16
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.