Namun semua teror nDhas diatas memang tidak akan se-Viral di dalam negeri saat ini, karena selain Indonesia dikenal sebagai negera dengan penduduk Muslim terbesar di seluruh dunia, hewan Babi jelas diharamkan dikonsumsi oleh umat Islam (termasuk oleh orang yang menyuruh memasaknya, sebagaimana celoteh tidak lucu si Hasan Nasbi itu), terlebih-lebih peristiwanya terjadi ditengah-tengah bulan suci Ramadhan. Wajar bila sampai ada desakan masyarakat agar Kepala KKK tersebut dipecat dan lembaganya dibubarkan saja, karena selain useless samasekali tidak ada peran positifnya selama ini, sebagaimana hasil diskusi di Univ Paramadina bulan lalu itu.
Kesimpulannya, lambatnya (atau buntunya, asal semoga bukan ogah nya) penyidikan terhadap kasus nDhas ini menjadi ujian bagi Aparat. Dari sisi teknologi SCI tidak ada masalah sama sekali, Rekaman CCTV ada, Jejak digital di IG dan SocMed lainnya juga tersedia, tunggu Apalagi? Sekarang sudah Lebaran, jangan sampai -kata pepatah- “Tunggu Lebaran Kuda” alias tidak jelas waktunya. Citra Indonesia sangat dipertaruhkan, apalagi sudah Viral di media mancanegara. #IndonesiaGelap bisa-bisa jadi #IndonesiaBubar2030 kalau terus begini, apalagi belum juga ada tanda-tanda #AdiliJokowi dan #MakzulkanFufufafa …
* Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes – Pemerhati Telematika, Multinedia, AI & OCB Independen – Senin, 1 Sawal 1958 Be / 31 Maret 2025