Uniknya kasus “teror nDhas” yang dialami oleh Tempo saat ini sudah juga mendapat perhatian dari media-media internasional, misalnya ABC-News dari Australia dan bahkan The Guardian dari Inggris dalam edisi Kamis-Jumat (27-28/03/25) dengan judul masing-masing “Pig’s head, decapitated rats sent to Indonesian media outlet Tempo” (= Kepala babi, tikus yang dipenggal dikirim ke media Tempo) oleh Hellena Souisa, Max Walden, dan Erwin Renaldi diikuti oleh “A pig’s head and decapitated rats: a new era of intimidation dawns for journalists in Indonesia” (= Sebuah kepala babi dan tikus-tikus terpenggal: era baru intimidasi bagi jurnalis di Indonesia” oleh Kate Lamb.
Ini artinya Indonesia makin “terkenal” lagi di mancanegara di era Rezim sekarang, namun sayangnya bukan justru hasil yang positif namun malah munculnya “Teror nDhas” yang seperti meledek pemimpinnya yang kerap mengeluarkan Diksi “nDhasMu” tersebut dalam berbagai pidatonya sebagai kepala negara secara terbuka. Seharusnya Presiden Prabowo tersinggung dan bisa mendesak Aparat untuk mengusut kasus yang makin menurunkan citranya tersebut, apalagi Jawaban “resmi” Istana melalui mulut Kepala KKK-nya, Hasan Nasbi”, dengan kalimat “… Ya dimasak aja …” sangat blunder untuk tidak mengatakannya bodoh sekali sebagai jawaban orang yang berpendidikan dan digaji uang rakyat.
Meski juga Teror menggunakan “nDhas Babi” pernah terjadi di negara-negara lain, misalnya di Leicester, Inggris (2014): Pada hari kedua Natal, kepala babi ditemukan di depan tempat ibadah umat Muslim di Leicester, kemudian di Blackburn (2015): Dua kepala babi ditemukan di luar asrama sekolah Muslim di Lancashire, selanjutnya di Portsmouth (2015): Kepala babi dengan simbol swastika ditemukan tergantung di gerbang Akademi Madani, sebuah sekolah Islam di Portsmouth dan di Manchester (2022): Kepala babi ditemukan di atap masjid komunitas Muslim Heatons Trust. Ada juga di Montauban, Perancis (2014): Dua kepala babi berlumuran darah ditemukan ditancapkan di pilar gerbang Masjid Salam di Montauban, selatan Prancis.
Sementara itu kejadian di Philadelphia, AS (2015): Kepala babi dilemparkan ke area masjid Komunitas Islam Al-Aqsa di Philadelphia. Insiden ini terjadi setelah penembakan di San Bernardino, California, dan meningkatkan kekhawatiran akan Islamofobia di AS dan terjadi di Perth, Australia (2015): Kepala babi ditemukan di toilet dekat tempat wudu masjid Universitas Western Australia. Bahkan ada juga di Rusia (2022) Korban adalah Alexei Venediktov, jurnalis senior yang pernah menjadi pemimpin redaksi stasiun radio independen Echo of Moscow yang menemukan kepala babi ditaruh di depan apartemennya, disertai pesan antisemit dan simbol Ukraina yang tertempel di pintunya.