“Karena itu kami memakai tumpeng sebagai salah satu ikon daerah Indonesia yang paling kuat, paling inklusif, dan paling ekologis. Buku ini mencerminkan jati diri Indonesia menghubungkan pengetahuan, keberlanjutan, dan diplomasi. Ia lahir dari kerja kolektif para akademisi, praktisi, budayawan yang bekerja secara sukarela demi satu tujuan
menjaga dan memajukan gastronomi Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan ini pula, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati, menyampaikan bahwa buku Tumpeng Indonesia sangat bermanfaat ke
depannya sebagai media promosi.
“Saat ini kita memiliki 132 perwakilan Republik Indonesia, sehingga buku Tumpeng Indonesia nantinya akan sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai referensi kuliner, tetapi juga sebagai sarana penguatan narasi identitas dan makna filosofis tumpeng itu sendiri, yang dapat menjadi bahan promosi oleh perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” tuturnya.
Tahun 2025 Kementerian Kebudayaan telah menetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia, 20 persen diantaranya merupakan kuliner lokal.
Secara keseluruhan, Kementerian Kebudayaan telah menetapkan 2.727 Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan UNESCO telah menginskripsi 16 Intangible Cultural Heritage. Pada tahun ini Tempe tengah diusulkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.***
















