TERASJABAR.ID – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadiri peluncuran buku “Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa” yang disusun oleh
Indonesia Gastronomy Community (IGC).
Bertempat di Kembang Goela Restaurant, Jakarta, hadirnya buku ini menjadi jembatan diplomasi kuliner serta memperkaya khazanah gastronomi Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tumpeng merupakan identitas suatu acara, baik bersifat formal maupun nonformal.
“Kita semua menjadikan tumpeng sebagai salah satu bagian dari hampir semua seremoni, baik ulang tahun, anniversary, bahkan pembukaan acara,” jelasnya dalam siaran pers Kemenbud.
Menbud juga menambahkan bahwa tumpeng merupakan warisan budaya. “Kita ketahui bahwa ini adalah satu ekspresi budaya yang sudah panjang. Menurut catatan, pada masa
Hindu-Buddha sudah ada, mungkin sebelumnya juga sudah ada, dan kemudian diadaptasi ketika masuknya Islam, juga Wali Islam menggunakan ini. Sampai sekarang tradisi itu masih berlanjut. Ini adalah sebuah living tradition yang sudah cukup panjang,” tuturnya.
Ketua Umum Indonesia Gastronomy Community, Ria Musiawan, menyampaikan bahwa tumpeng bukan hanya diartikan sebagai sajian, tetapi juga sebagai warisan nilai dan identitas bangsa.
“Buku ini adalah kebahagiaan kami. Karena di dalamnya tumpeng tidak hanya dipahami sebagai sajian, tetapi sebagai warisan nilai dan identitas bangsa. Tumpeng hadir dalam berbagai tradisi nusantara dan sebagai simbol syukur kesejahteraan dan kebersamaan. Nilai-nilai yang sesungguhnya adalah jantung dari Indonesia,” ujarnya.















