TERASJABAR.ID – Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional tetap terjaga meskipun dunia tengah dihadapkan pada dinamika geopolitik serta potensi tantangan iklim berupa fenomena El Nino pada tahun ini.
Produksi pangan domestik yang terus berlangsung secara berkelanjutan menjadi faktor utama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi pangan nasional saat ini berada pada posisi aman, meskipun situasi global tengah diliputi ketegangan dan adanya peringatan potensi kekeringan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Jadi ada dua kita hadapi, kondisi geopolitik memanas dan pengumuman BMKG ada kekeringan (El Nino), ini dua-dua harus kita jawab. Kita ada pengalaman menghadapi El Nino yang paling keras, ini kan El Nino nanti bulan 4, El Nino kita hadapi yang paling dahsyat 2023, Alhamdulillah kita bisa lolos,” ujar Amran yang juga sebagai Menteri Pertanian dalam konferensi pers di Jakarta.
Menurut Amran, kekuatan ketahanan pangan nasional saat ini ditopang oleh produksi dalam negeri yang terus berjalan serta dukungan cadangan pangan yang tersebar di berbagai titik sepanjang rantai pasok nasional.
“Ke depan insyaallah tahun ini mudah-mudahan tidak ada aral melintang, stok kita aman sampai 10 bulan, hampir 11 bulan, 10,7 bulan atau 324 hari bertahan,” tambahnya.
Hingga saat ini stok beras yang dikelola Bulog sangat aman mencapai 3,7 juta ton. Diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat menembus 5 juta ton seiring dengan masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.
Ia menjelaskan bahwa produksi pangan nasional berlangsung secara konsisten setiap bulan sehingga mampu menopang kebutuhan konsumsi masyarakat. Dengan tingkat produksi yang stabil, keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat terus dijaga.
















