TERASJABAR.ID – Media sosial (medsos) di satu sisi membuat masyarakat cepat memperoleh informasi secara real time, namun di sisi lain banyak pengguna medsos tak memiliki tanggung jawab atas konten yang dibuatnya.
“Seperti halnya peristiwa bencana, kecelakaan atau musibah lainnya, masih ada pengguna medsos yang tak berempati dengan korban dan keluarganya, dengan menampilkan jenazah yang rusak tanpa diblur (diburamkan, red) sama sekali,” kata Ketua Komisi V DPRD Jabar H. Yomanius Untung, S.Pd.,M.M., kepada awak media, Minggu (25/1/2026).
Ia mencontohkan pada musibah longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (24/1/2026). “Ada pengguna medsos yang dengan semangat memvideokan ketika aparat mengevakuasi korban. Kalau di TV, gambar mayat diblur, tapi ada sejumlah medsos yang masih menampilkannya dengan begitu jelas,” katanya.
“Boleh-boleh saja ingin menjadi yang pertama mengabarkan. Tapi janganlah hal itu sampai melukai keluarga korban. Mereka sudah tertimpa musibah, lalu orang-orang terdekatnya yang dalam keadaan meninggal harus diumbar ke publik. Apalagi bila kondisinya mengenaskan,” tambah H. Untung yang juga legislator Partai Golkar dari dapil Sumedang-Majalengka-Subang.
Ia juga berharap aparat maupun pihak yang berkepentingan untuk mengedukasi masyarakat, agar lebih aware terhadap perasaan para korban maupun keluarganya. “Kepada pengguna medsos, bijaklah dalam menggunakan medsosnya, karena dikhawatirkan ada implikasi hukum dari konten yang disiarkannya,” harapnya.*

















