Menkes juga menyoroti kondisi pengungsian yang hingga kini masih menampung sekitar 300 ribu jiwa di lebih dari 1.000 titik pengungsian, termasuk 76 desa terpencil dengan akses yang sangat terbatas.
“Ada daerah yang hanya bisa ditempuh dengan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh sampai 6 jam. Ini yang terus menjadi perhatian kami,” ungkapnya.
Untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, Kementerian Kesehatan telah mengerahkan dan melakukan rotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes, dengan dukungan dari sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI.
“Setiap dua minggu kami lakukan rotasi relawan agar pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan pengungsian, tetap berjalan dengan baik,” jelas Menkes.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengapresiasi peran Palang Merah Indonesia dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, PMI, dan berbagai mitra menjadi kunci percepatan pemulihan layanan kesehatan.
Ke depan, Menkes menyampaikan bahwa pemulihan 4 puskesmas yang tersisa memerlukan dukungan alat berat berukuran kecil agar dapat menjangkau ruang-ruang fasilitas yang tertimbun lumpur.
“Kalau bisa ada alat berat kecil dan operatornya, kami harap dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” pungkasnya.***
















