TERASJABAR.ID – Banyak mempertanyakan kondisi dari Fiersa Besari usai ada kabar 2 orang dari rombongannya saat mendaki Carstensz, Papua dikabarkan meninggal dunia, namun kini Fiersa dinyatakan selamat dan membagikan cerita tragedy maut di Puncak Carstenz.
Musisi tersebut mengatakan duka mendalam atas meninggalnya 2 pendaki wanita di Carstensz pada 28 Februari. Ia mendoakan agar dua pendaki yang meninggal akibat hipotermia itu, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Dalam tulisan ini, saya ingin memberikan ucapan belasungkawa yang terdalam. Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa.
Musisi tersebut menceritakan kronologi kenapa 2 pendaki bisa menjadi korban puncak Carstensz, mereka disebut terjabk di area tebing.
Ada mendan tebing curam dengan ketinggian 600-an meter. Posisi basecamp di ketinggian 4200 MDPL. Sedangkan Puncak Jaya atau Carstensz 4884 MDPL.
Menurut Fiersa, Lilie dan Elsa bersama tiga orang lain terjebak di area tebing.
- Stellini Bela Conte, Sebut De Bruyne Tak Menunjukkan Semangat di Napoli
- Penelitian Ungkap Tanda Alzheimer Bisa Ditemukan Lewat Tes Darah pada Usia Paruh Baya
- TEROBOSAN BESAR! Obat Harian Ini Perpanjang Usia Pasien Kanker Pankreas
- Manchester United dan Atalanta Bahas Transfer Ederson, Harga Masih Berubah-ubah
- Samuele Inacio Bangga Dipanggil Timnas Italia, Siap Tampil di Level Senior
“Rangkaian tragedi yang menimpa bu Lilie dan Bu Elsa juga tiga korban lainnya pada saat itu terjebak di area tebing, baru saya dan Furki ketahui setelah kami tiba di basecamp YV. 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT. Dapat kabar 1 Maret 2025 04.00 WIT,” katanya.
Mendengar hal tersebut ia kaget dan sedih, Bersama pendaki lain di basecamp YV berusaha mengontak korban menggunakan HT.
“Kaget dan sedih, tapi bersama orang-orang di YV mengontak korban yang terjebak menggunakan HT agar tetap merespons. Sampai akhirnya mereka dijemput relawan, baik lokal maupun internasional pada 1 Maret 2025. Alhamdulillah ketiganya selamat, meski sempat kritis,” kata Fiersa Besari.
Meskipun berada dalam rombongan tetapi korban meninggal dunia beda operator dengan Fiesa Besari.
Fiersa mengatakan dirinya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang, sementara Lilie dan Elsa di tim yang tediri dari 4 Orang.
















