Insiden semburan gas tidak hanya menghebohkan, tetapi juga menyebabkan korban luka. Seorang kepala dusun bernama Dwi Puryanto (44) mengalami luka bakar setelah tidak sengaja memicu kobaran api dari sumur bor.
Menurut saksi mata, korban mendekati sumur bor dalam radius dua meter dan membuang puntung rokok. Tanpa diduga, api tiba-tiba menyambar dengan cepat, menyebabkan korban tersungkur dengan luka bakar di tangannya.
Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api, sementara korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
3. Pembakaran Gas oleh Tim Gabungan
Setelah kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bojonegoro, Pertamina, Dinas Pemadam Kebakaran, dan pihak kepolisian memutuskan untuk melakukan pembakaran gas atau gas flaring.
Metode ini dipilih untuk mengurangi risiko ledakan akibat akumulasi gas di sekitar area sumur bor.
Tim memasang pipa sepanjang 160 meter yang mengalirkan gas ke area persawahan kosong di belakang masjid. Lokasi ini dipilih agar lebih aman dan tidak mengganggu pemukiman warga.
Pembakaran gas ini diperkirakan akan berlangsung selama sepekan karena tingginya kandungan gas dalam sumur bor.