TERASJABAR.ID – Super Power Kebudayaan Idonesia ditengah peradaban global yang mendunia bukan sekedar isapan jempol.
Hal itu dikatakan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, disela sarasehan budaya fidampi gi Bupati Kuningan Dian RY, Wabup Tuti Andriani, Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan, Staf Presiden RI Sekda, U Kusmana, Balai Pelestarian Budaya Jawa Barat bersama para seniman budayawan Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan, (Ciayumajakuning) di Minara Kajene Forest, Jl. Siliwangi, Kuningan, Jumat (03/04/2026) pukul 19.30 – 22.00 WIB.
Dalam paparanya Fadli Zon menjelaskan, kekayaan kebudayaan kita tak tertandingi bahkan jauh lebih melimpah dibandingkan negara mana pun. Status Super Power Kebudayaan ini harus menjadi etalase terdepan dan soft power diplomasi kita di level internasional. Kita harus bangga, jangan sampai justru mengagumi budaya luar yang malah memicu gaya hidup individualistik,” tandasnya.
Fadli Zon membawa angin segar bagi para pelaku industri budaya dan seniman. Hal ini tdak sekadar bernostalgia dengan kejayaan masa lalu. Ekosistem Super Power Kebudayaan tidak boleh berhenti hanya sebagai warisan pelestarian, tetapi harus bertransformasi menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi baru.
Indonasi dengan status Super power kebudayaan bukan sekedar isapan jempol. Tercatat 1.340 etnis dengan 718 bahasa. Ini merupakan aset besar pemersatu bangsa yang siap mengguncang dunia.
Sarasehan budaya ini ditandai dialog interaktif diantaranya aspirasi tentang keberadaan para seniman Kuningan yang disampaikan oleh Musisi Budayawan Kang Yusup Oeblet dkk.















