Pada gelaran Inacraft tahun ini, penyelenggara mengangkat tema Exploring and Celebrating Womenpreneurs sebagai bentuk apresiasi terhadap peran strategis perempuan dalam menggerakkan industri kreatif dan perekonomian nasional.
Melalui tema tersebut, Inacraft menyoroti kontribusi perempuan dalam menghadirkan inovasi, menjaga nilai budaya, serta menciptakan produk-produk berkualitas yang berdaya saing, sekaligus mendorong penguatan kapasitas dan perluasan akses pasar bagi womenpreneurs di berbagai daerah.
Selain pameran, peserta dan pengunjung dapat mengikuti kegiatan lainnya yang terdapat di Inacraft 2026 diantaranya Inacraft Award, Craft Talk dan Workshop, Fashion show, serta Art Performance. Beragam rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi, apresiasi, dan promosi untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional.
Pada gelaran ini juga menghadirkan tiga penghargaan utama, yakni Inacraft Award, Inacraft Digital Excellence Award, dan Inacraft Womenpreneurs Award, sebagai bentuk apresiasi atas kualitas, inovasi, serta kontribusi terhadap industri kerajinan nasional.
Salah satu IKM peserta yang difasilitasi oleh Ditjen IKMA, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantar, berhasil meraih Inacraft Awards 2026 untuk kategori Natural Fibers.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan menyampaikan, diharapkan Inacraft menjadi momentum penting bagi para IKM kerajinan dalam meneguhkan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif.
Selain fasilitasi pameran Inacraft ini, Ditjen IKMA juga menjalankan beragam pembinaan lain untuk IKM Kerajinan.
“Kami juga melaksanakan berbagai program pembinaan untuk IKM antara lain pengembangan dan diverisifikasi produk, pendampingan sertifikasi dan standardisasi, serta pendampingan untuk kesiapan ekspor sehingga IKM siap bersaing dan mampu untuk naik kelas,” ungkapnya.
Budi menilai, keberhasilan IKM dalam merambah pasar nasional hingga global diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan daya saing industri.
Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan warisan budaya, tetapi juga sarana penguatan kapasitas pelaku IKM melalui peningkatan desain, kualitas, serta inovasi produk.***

















