Sementara itu, Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto menyampaikan kesiapan LPDP untuk mendukung program-program prioritas tersebut, termasuk melalui skema pendanaan kolaboratif.
“Untuk program-program prioritas seperti konversi energi dan pengelolaan sampah, pada prinsipnya kami siap mendukung. Semakin cepat dirumuskan, semakin baik, dan kami terbuka untuk skema kolaborasi termasuk co-funding bersama mitra,” katanya.
Kedua pihak juga membahas penguatan integrasi antara program beasiswa dan agenda riset nasional, termasuk pengembangan skema kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Hal ini mencakup optimalisasi program internasional serta pemanfaatan jejaring diaspora akademik untuk mendukung kegiatan riset.
Dalam konteks kerja sama internasional, Kemdiktisaintek tengah memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di Inggris dan Amerika Serikat melalui pengembangan skema kolaborasi riset, program gelar bersama (joint/dual degree), serta pemanfaatan jejaring diaspora akademik Indonesia.
Pendekatan ini diarahkan untuk memastikan adanya transfer pengetahuan yang lebih optimal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perguruan tinggi dalam negeri melalui keterlibatan langsung dalam ekosistem riset global.
Kemdiktisaintek dan LPDP sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam merumuskan skema pendanaan yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan, guna memastikan riset nasional dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian masalah strategis dan peningkatan daya saing Indonesia.***


















