terasjabar.id
Rabu, 21 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

Wawan Hermawan by Wawan Hermawan
21 Jan 2026 19:15
in Daerah, Berita Utama
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

Gubernur Jabar KDM saat sidak ke Desa Cikalahang

TERASJABAR.ID – Krisis air bersih melanda Desa Cikalahang, Kec. Dukuhpuntang, Kab. Cirebon, yang selama ini dikenal sebagai lumbung atau sumber air. Hal itu diduga disebabkan PDAM Kab. Kuningan yang mengikat kerjasama dengan Kab. Indramayu, yang mengorbankan Desa Cikahalang.

“Masyarakat Cikalahang selama ini merasa menjadi korban kebijakan PDAM Kuningan menyusul kerja sama penyediaan air dengan Kabupaten Indramayu. Kebijakan tersebut dinilai mengabaikan kebutuhan warga di sekitar sumber mata air,” kata mantan Sekretaris Desa Cikalahang, Umar Ali Sahabi,

“Sejak awal ada berita acara sosialisasi tahun 2022. Di situ jelas disepakati, sebelum air dialirkan ke Indramayu, air bersih untuk warga Cikalahang harus direalisasikan terlebih dahulu. Faktanya sampai sekarang tidak pernah ada aliran ke desa kami,” tegas Umar, melalui pesan WhatsApp.

Dalam dokumen tersebut terdapat sekitar tujuh hingga sembilan poin kesepakatan. Namun poin utama terkait prioritas masyarakat setempat dinilai diabaikan sepenuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun warga, hingga 14 Januari 2026 volume air yang telah dimanfaatkan PDAM Kuningan mencapai sekitar 3.514.000 meter kubik. Ironisnya, masyarakat di desa sekitar mata air masih bergantung pada sumur dan air hujan. “Air diangkut keluar daerah, tapi warga di hulu justru kekurangan air. Ini jelas merugikan masyarakat,” tegasnya lagi.

Umar menilai, pengelolaan air oleh PDAM Kuningan bersama PT HKAS selaku operator bertentangan dengan prinsip pengelolaan sumber daya air. Dalam ketentuan, 50 persen air harus dikembalikan ke alam, 30 persen untuk masyarakat sekitar, dan 20 persen untuk kepentingan komersial. “Yang terjadi justru jatah masyarakat dimasukkan ke reservoir PDAM. Warga hanya kebagian sisa limpahan,” tegasnya.

Dampak paling serius dirasakan sektor pertanian. Sebelum kerja sama PDAM Kuningan dengan PDAM Indramayu berjalan, luas sawah Desa Cikalahang tercatat sekitar 144 hektar. Namun hingga 2025, luasnya menyusut drastis menjadi sekitar 89,03 hektar, akibat berkurangnya pasokan air dari mata air Talaga Remis dan Talaga Nilem.

“Ini ancaman nyata bagi petani. Sekarang masih musim hujan, tapi kalau kemarau datang, situasinya bisa lebih parah,” kata Umar.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti dugaan kejanggalan perizinan pengambilan air oleh PDAM Kuningan. Izin SIPA dari TNGC disebut hanya sebesar 28,7 liter per detik dari Talaga Remis dan 9,6 liter per detik dari Talaga Nilem. Namun karena kebutuhan suplai air ke Indramayu mencapai 405 liter per detik, PDAM kemudian mengajukan izin tambahan ke Kementerian PUPR melalui BBWS.

“Debit alami Talaga Nilem hanya sekitar 96 liter per detik, tapi izinnya bisa 153 liter per detik. Ini tidak masuk akal,” ujarnya.

RELATED POSTS

Banjir di kabupaten dan Kota Cirebon Bukan Banjir Kiriman dari Kuningan

Warga Panik, Cirebon Kembali Dikepung Banjir dan Jalur Pantura Digenangi Air

24 Desa di 9 Kecamatan di Kab. Cirebon Dikepung Banjir

LBH Keadilan Cirebon Buka Layanan Bantuan Hukum Gratis

Kajati Jabar Tunjuk Jaksa untuk Dalami Kasus PJU yang Seret Orang Dekat Gubernur Jabar

Sementara itu, dari hasil audiensi dengan BBWS, ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran, mulai dari pemasangan pipa di saluran irigasi yang menghambat aliran ke sawah dan sungai, dugaan penggunaan pompa dorong yang seharusnya mengandalkan gravitasi, hingga dugaan penyaluran air ke industri AMDK di luar kepentingan pelayanan publik.

Selain itu, PDAM Kuningan dituding tidak melaporkan pemanfaatan air secara berkala kepada TNGC dan BBWS. Laporan terakhir disebut hanya mencatat hingga Juli 2025 belum ada pemanfaatan air, padahal penyaluran air ke Indramayu telah berlangsung sejak Februari 2025. “Ini berpotensi merugikan negara karena mengarah pada penghindaran pajak,” tegas Umar.

Atas kondisi tersebut, masyarakat menuntut realisasi segera pipanisasi air bersih ke Desa Cikalahang serta peningkatan berita acara sosialisasi menjadi nota perjanjian resmi yang mengikat pembagian debit air secara jelas. “Ikonik Desa kami terkenal subur dan kaya air. Tapi sekarang justru krisis air. Ini ironi besar,” tandasnya.*

Tags: CirebonDesa CikahalangKrisis Air Bersih
ShareTweetSend

Related Posts

Banjir di kabupaten dan Kota Cirebon Bukan Banjir Kiriman dari Kuningan
Daerah

Banjir di kabupaten dan Kota Cirebon Bukan Banjir Kiriman dari Kuningan

12 Jan 2026 20:18
Warga Panik, Cirebon Kembali Dikepung Banjir dan Jalur Pantura Digenangi Air
Daerah

Warga Panik, Cirebon Kembali Dikepung Banjir dan Jalur Pantura Digenangi Air

6 Jan 2026 21:03
24 Desa di 9 Kecamatan di Kab. Cirebon Dikepung Banjir
Daerah

24 Desa di 9 Kecamatan di Kab. Cirebon Dikepung Banjir

24 Des 2025 15:07
LBH Keadilan Cirebon Buka Layanan Bantuan Hukum Gratis
Berita Utama

LBH Keadilan Cirebon Buka Layanan Bantuan Hukum Gratis

6 Des 2025 17:07
Kajati Jabar Tunjuk Jaksa untuk Dalami Kasus PJU yang Seret Orang Dekat Gubernur Jabar
News

Kajati Jabar Tunjuk Jaksa untuk Dalami Kasus PJU yang Seret Orang Dekat Gubernur Jabar

3 Des 2025 20:32
Ageung Sumaryana Terpilih Jadi Forum Purna Bhakti Disdik Kota Cirebon
Berita Utama

Ageung Sumaryana Terpilih Jadi Forum Purna Bhakti Disdik Kota Cirebon

3 Des 2025 16:10
Next Post
Krisis Sampah Nasional, DPR Dorong Teknologi Waste to Energy

Krisis Sampah Nasional, DPR Dorong Teknologi Waste to Energy

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hj.Tuti Resmi Dilantik Sebagai Ketua IPHI Kuningan Periode 2025-2030

Hj.Tuti Resmi Dilantik Sebagai Ketua IPHI Kuningan Periode 2025-2030

17 Jan 2026 13:48
Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Hari Ini Sabtu 13 Desember 2025

Jadwal Acara RCTI Sabtu 17 Januari 2026, Ada MasterChef Indonesia S13

17 Jan 2026 11:41
Viral, Sepasang Kaki Jasad Pria Muncul di Rerumputan Ditemukan di  Pangalengan

Viral, Sepasang Kaki Jasad Pria Muncul di Rerumputan Ditemukan di Pangalengan

17 Jan 2026 18:28
Kejaksaan Agung Ingatkan Kejati Jabar Segera Proses Penyelewengan Proyek PJU Jabar yang Rugikan Negara Ratusan Miliar

Kejaksaan Agung Ingatkan Kejati Jabar Segera Proses Penyelewengan Proyek PJU Jabar yang Rugikan Negara Ratusan Miliar

12 Jan 2026 07:07
Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

0
203 Ribu Calon Jamaah Haji 2026 Terbagi Menjadi 528 Kloter, Terbanyak dari Embarkasi Surabaya

203 Ribu Calon Jamaah Haji 2026 Terbagi Menjadi 528 Kloter, Terbanyak dari Embarkasi Surabaya

0
Lima Pengedar Sabu Dibekuk, Dua di Antaranya Residivis

Lima Pengedar Sabu Dibekuk, Dua di Antaranya Residivis

0
Bos Tottenham Tolak Gagasan Pertandingan Kandang di Luar Negeri

Menang Lawan Dortmund, Posisi Thomas Frank di Tottenham Mulai Stabil

0
Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

21 Jan 2026 19:15
203 Ribu Calon Jamaah Haji 2026 Terbagi Menjadi 528 Kloter, Terbanyak dari Embarkasi Surabaya

203 Ribu Calon Jamaah Haji 2026 Terbagi Menjadi 528 Kloter, Terbanyak dari Embarkasi Surabaya

21 Jan 2026 18:55
Lima Pengedar Sabu Dibekuk, Dua di Antaranya Residivis

Lima Pengedar Sabu Dibekuk, Dua di Antaranya Residivis

21 Jan 2026 18:51
Bos Tottenham Tolak Gagasan Pertandingan Kandang di Luar Negeri

Menang Lawan Dortmund, Posisi Thomas Frank di Tottenham Mulai Stabil

21 Jan 2026 17:43
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.