TERASJABAR ID-Kondisi kawasan Simpang Susun Cileunyi, terutama di sekitar kolong jembatan Tol Cisumdawu, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ternyata kian kumuh.
Bagaimana tidak, selain kolong tol Cisumdawu jadi terminal, show room dan muncul kios-kios liar, tembok benteng pun penuh dengan coretan sampah meski sampah kini tak terlihat menumpuk.
Berdasarkan pantauan, Kamis (5/2/206), sejumlah trayek angkot dengan tanangnya mengetem di kolong jembatan tol dan coratan vansalisme terlihat di tembok dan benteng. Sementara kios-kios liar berjejer sejak belokan Cibeusi menuju arah Rancaekek, termasuk warung-warung di bawah jembatan tol.
“Duh rek kieu wae ieu teh. Jujur saya mah salaku orang Cileunyi prihatin ningali kawasan Simpang Susun Cileunyi beuki rudet alias kumuh,”tutur Junjunan Maulana Yusuf, M. A.P, M.KP(35), warga Cinunuk, Kamis (5/2/2026).

Junjunan menambahkan, seharusnya dinas terkait cepat tanggap bukan sekedar gertakan. Pasalnya, kawasan Simpang Susun Cileunyi, kata Junjunan merupakan etalasenya Kabupaten Bandung.
Hal senada dilontarkan Dr. M. Agus Rahmat, warga Cileunyi, salah seorang dosen perguruan tinggi negeri di Jatinangor, Kabupaten Bandung.
“Saya yang hampir tiap hari lewat Simpang Susun Cileunyi saat ke kampus pemandangannya kian kumuh. Yang jadi pertanyaan, kemana dan dimana pemerintah,” tandas Agus.
Menurut Agus, setelah dilihat, saat ini malah di sekitar Pasar Sehat Cileunyi (PSC) di lahan pemerintah, Pemkab Bandung malah membangun pasar.
“Bukan tak setuju Pemkab Bandung membangun pasar kan ada PSC. Ketimbang membangun pasar benahi Simpang Susun Cileunyi,”ujar Agus.
“Atau lahan disekitar PSC dibangun untuk Masjid Besar (Mabes) Cileunyi. Pasalnya, wacana pembangunan Mabes Cileunyi yang dianggarkan Rp 20 miliar untuk pembelian lahan, 3 tahun donasi baru terkumpul Rp 500, 7 juta,”ujar Agus.
Sementara itu, Ketua BPD Cileunyi Wetan, Relly Ridwan mengatakan, pihaknya pun mengaku prihatin melihat kondisi Simpang Susun Cileunyi saat.
“Ya, bigitulah kondisinya padahal sudah disidak Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Sekda Jabar, Herman Suyatman. Berharap saja segera bisa ditangani,” kata Relly Ridwan.
Disidak KDM
Sebelumnya, Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Sekda Jabar, Herman Suyatman beberapa waktu lalu sidak ke kawasan Simpang Susun Cileunyi, termasuk ke kolong jembatan Tol Cisumdawu.
Bahkan, KDM di kolong jembatan Tol Cisumdawu yang kumuh dan ada tumpukan sampah ini, melantik ASN Pemprov Jabar. Gebrakan KDM ini rupanya menyindir kolong jembatan tol dibiarkan kumuh.
Gebrakan KDM ini rupanya ditindaklanjuti Sekda Jabar, Herman Suyatman yang diperintahkan langsung oleh KDM untuk membereskan Simpang Susun Cileunyi.
Saat Herman turun langsung bebersih kawasan tersebut dan melakukan sidak, muncul wacana jika di kolong jembatan Tol Cisumdawu akan dibangun taman dan lapang futsal, termasuk mushola. Namun wacana tersebut hingga saat belum ada kabar lanjutan.
“Betul, saat Sekda Jabar bersama aparat kecamatan, desa, Pramuka dan masyarakat bebersih, di kolong jembatan tol Cisumdawu akan dibangun lapang futsal, taman dan mushola,” kata Kades Cileunyi Wetan, Hari Haryono saat kerja bakti bersama Sekda Jabar.


















