TERASJABAR.ID – Dubes Iran, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa Iran mengklaim kemenangan setelah lebih dari 40 hari konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.
Ia menegaskan bahwa hasil tersebut membuat Washington akhirnya menerima kerangka 10 poin gencatan senjata yang diajukan Teheran sebagai dasar negosiasi yang akan berlangsung di Islamabad, Pakistan.
“Iran berhasil memaksakan supaya Amerika menerima 10 persyaratan yang diminta. Iran menunjukkan kepada dunia bahwa AS, dengan terpaksa, menerima syarat-syarat tersebut,” kata Boroujerdi, seperti ditulis Antara pada Minggu, 12 April 2026.
Dalam sebuah acara di Jakarta, Boroujerdi menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti bahwa Iran mampu memaksakan syaratnya kepada AS.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas apa yang disebutnya sebagai kemenangan Iran dalam menghadapi tekanan militer dari kedua negara tersebut.
Menurutnya, Iran berhasil menggagalkan rencana serangan cepat yang ditujukan untuk melumpuhkan kepemimpinan negara, termasuk upaya menargetkan Ali Khamenei.
Sebaliknya, Iran mampu bertahan dan melancarkan serangan balasan hingga hari ke-40, yang diklaim menargetkan sejumlah pangkalan militer serta melemahkan sistem pertahanan lawan.
Sebagai langkah menuju perdamaian, Iran kemudian mengajukan sepuluh syarat gencatan senjata, termasuk penghentian serangan terhadap wilayah dan sekutunya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan bahwa kerangka tersebut telah diterima sebagai dasar dialog.
Ia menegaskan Iran terbuka pada diplomasi, namun menolak jika negosiasi dijadikan alasan untuk melanjutkan agresi.-***















