Catatan Jacob Ereste (Jurnalis Senior)
Sahabat dan kerabat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) Prof. Dr. Indira Santi Kertabudi dari Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional) Reoublik Indonesia berkenan menyambangi Sektetariat GMRI di Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jajarta Pusat, Jum’at 6 Februari 2026. Analisis Kebijakan Madya ini juga Ketua Umum Yayasan Swastisvarna periode 2022-2027. Dan sebagai akademisi, Bunda Indiri, begitu sapaan akrab para sosok sktivis yang sunggguh padat dan banyak kegiatannya ini, terkesan tidak permsh mengeluh dan lelah. Ia nyaris selalu tampil dalam berbagsi even penting nasional.
Sebagai Profesor ahli tentang kebijakan, Indira Santi Kertabudi kengakui jenjang karier ditempuhnya mulai dari karier politik sebagai lurah di kampungnya dalam usia yang masih relatif muda, seusai menamatkan studi tingjat sarjana hingga terus melaju dan melesat sampai sekarang terbilang orang penting di Lemhannas yang kini tengah bersiap untuk mengusung paparan tentang Criminal System Justice di Thailand demgan berbasis artificial intelligence dalam waktu dekat. Karena itu dia merasa pwrlu mempunyai banyak bekal untuk program sumith tersebut agar dapat memuliki nilai-nilai spiritual yang lebih berbobot dari Wali Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu.
Menurut Sri Eko Sriyanto, saran terbaik yang perlu diusung ke dunia internasional sekarang adalah ekoteologi spiritual yang berbasis agama untuk keselamatan manusia. Karena itu, dimensi spiritual perlu dikedepankan untuk dapat menjadi penuntun umat manusia di bumi yang harus saling menjaga sekaligus membawa kedamaian demi dan untuk seluruh umat manusua, tanpa kecuali.
Itulah menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu tema penting yang terkait erat dengan program GMRI yang tengah mempersiapkan program besar melakukan diplomasi spiritual ke berbagai negara untuk memperkenalkan potensi besar bangsa dan negara Indonesia yang dapat memberi manfaat maksimal bagi kemaslahatan bersama, seperti yang tampak tengah diperjuangkan juga oleh Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kebijakan yang dilakukannya dalam berbagai kunhungan keluar negeri. Itulah sebabnya diplomasi spitual yang kini harus segera dibangun dan dilakukan untuk memperkuat posisi strategis bangsa dan negara Indonesia dalam geopolitik dunia, tandas Wali Spiritual Nusantara saraya meyakinkan bahwa eketeologi semakin relevan dalam program diplomasi spiritual yang semakin penting dan semakin terasa mendesak untuk dilakukan.









