TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan kembali berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait peluang peningkatan diskon tiket pesawat domestik saat arus mudik Lebaran 2026.
Ia menyebut masyarakat berharap potongan harga dapat mencapai 20 persen agar biaya perjalanan lebih terjangkau.
“Harapan masyarakat diskon tiket pesawat ini bisa sampai 20 persen. Karena itu, kami mendorong Kementerian Perhubungan untuk kembali berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” ujar Huda disela-sela Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI ke Kota Yogyakarta, seperti ditulis Parlementaria pada Minggu, 22 Februari 2026.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menjelaskan terdapat empat komponen biaya penerbangan yang menjadi kewenangan Kementerian Keuangan, yakni PPN tiket, tarif layanan bandara, harga avtur, serta komponen suku cadang pesawat.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII itu menilai waktu sebelum puncak mudik masih cukup untuk memperkuat sinergi antarkementerian.
Ia berharap kedua kementerian dapat duduk bersama guna merumuskan tambahan insentif yang memberi kejutan positif bagi calon pemudik.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan diskon tiket pesawat ekonomi domestik sebesar 17–18 persen untuk periode penerbangan 14–29 Maret 2026.
Kebijakan tersebut diperkuat lewat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4 Tahun 2026 yang mengatur fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen bagi tiket ekonomi.
Potongan harga berasal dari sejumlah insentif, seperti penurunan harga avtur 10 persen di 37 bandara, diskon landing charges 50 persen, pembebasan PPN jasa kebandarudaraan, serta penghapusan PPN fuel surcharge dan PSC.
Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3,32 juta penumpang melalui kolaborasi lintas sektor.-***
















