TERASJABAR.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi serta pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program elektrifikasi nasional bersama General Manager PLN UID Jawa Barat.
Langkah ini dinilai penting mengingat Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar sekaligus tingkat konsumsi energi tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, pesatnya pertumbuhan industri menjadikan sektor kelistrikan sebagai faktor krusial dalam menjaga iklim investasi.
Dalam kunjungan kerja reses di Bandung, ia memastikan kapasitas listrik di Jawa Barat berada dalam kondisi aman. Dari total daya sekitar 16.000 Megawatt (MW), baru 8.900 MW yang dimanfaatkan. Artinya, masih tersedia cadangan daya cukup besar untuk mendukung ekspansi industri dan investasi hingga 2029–2030.
“Kami menjaga betul agar investasi di Jawa Barat ini berjalan dengan baik, maka kami mendukung agar kelistrikan bisa beroperasi secara optimal. Berdasarkan data, kapasitas listrik di Jawa Barat mencapai 16.000 Megawatt (MW) dan yang baru digunakan adalah 8.900 MW. Artinya, Jawa Barat memiliki cadangan listrik yang luar biasa besar. Ini sangat aman untuk menopang investasi baru hingga tahun 2029-2030,” jelas Rokhmat, seperti ditulis Parlementaria pada Minggu, 22 Febryari 2026.
Selain aspek pasokan, Rokhmat juga menyoroti capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Barat yang telah mencapai sekitar 34 persen.
Capaian tersebut disebut sejalan dengan visi kedaulatan energi yang diusung Prabowo Subianto, yakni memastikan energi yang adil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Ia menambahkan, melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis, ribuan rumah tangga kurang mampu di daerah pemilihannya telah memperoleh akses listrik.
Rokhmat pun mengapresiasi respons cepat PLN dalam merealisasikan program tersebut.-***
















