TERASJABAR.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, menegaskan pentingnya penguatan serta evaluasi berkelanjutan terhadap kesehatan mental prajurit TNI sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan meminimalkan risiko dalam pelaksanaan tugas.
Ia menilai berbagai peristiwa yang belakangan muncul ke ruang publik perlu dijadikan bahan refleksi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Adanya insiden salah tembak, tindak kekerasan, maupun konflik antaraparat penegak hukum menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam pembinaan personel. Kita melihat cukup banyak contoh di pemberitaan, baik antar TNI maupun dengan aparat lain. Ini menjadi sinyal bahwa evaluasi harus terus dilakukan,” ungkap Desy dalam kunjungan kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Puspenerbad, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, seperti ditulis Parlementaria pada Jumat 23 Januari 2026.
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi sinyal bahwa evaluasi terhadap sistem pembinaan harus dilakukan secara terus-menerus.
Politisi Fraksi PAN itu menekankan bahwa pembinaan dan evaluasi mental tidak boleh dipandang sebagai stigma negatif.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan psikologis merupakan bagian penting dari kesiapan prajurit, sama halnya dengan kesiapan fisik dan kemampuan teknis.
Desy juga menjelaskan bahwa kondisi mental prajurit sangat berkaitan dengan kemampuan mengelola tekanan dan perubahan peran dalam tugas.
Peralihan fungsi atau jeda penugasan tertentu, seperti pada penerbang, dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis dan membutuhkan proses adaptasi.
Ia menilai peran komandan satuan sangat penting dalam mempersiapkan personel agar siap menghadapi perubahan tersebut.
Menurut Desy, pembinaan mental yang konsisten merupakan langkah preventif untuk mencegah pelanggaran dan insiden, sekaligus mendukung peningkatan profesionalisme prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara.-***















