TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menekankan perlunya peran aktif negara dalam menjamin kelangsungan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah di Sumatra.
Ia mendorong pemanfaatan maksimal berbagai skema bantuan pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta beragam beasiswa lain selama masa pemulihan dan periode setelahnya.
Menurut Kurniasih, bencana alam sering kali memukul kondisi sosial-ekonomi keluarga, sehingga meningkatkan risiko anak putus sekolah dan mahasiswa terpaksa menghentikan studinya. Karena itu, kebijakan afirmatif di sektor pendidikan menjadi sangat penting agar hak belajar tetap terjaga.
“Dalam kondisi pascabencana, keluarga sering kali kehilangan mata pencaharian dan mengalami tekanan ekonomi yang berat. Negara harus memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan studinya melalui optimalisasi PIP, KIP Kuliah, bantuan UKT dan berbagai beasiswa pendidikan lainnya,” ujar Kurniasih, sebagaimana ditulis Parlementaria pada Selasa (6/1/2026).
Ia menyatakan bahwa dalam situasi pascabencana, banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan dan menghadapi tekanan ekonomi berat.
Negara, kata dia, harus hadir memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan melalui optimalisasi bantuan pendidikan yang tersedia.
Komisi X DPR RI, lanjut Kurniasih, mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melakukan pendataan yang cepat, akurat, dan responsif terhadap peserta didik terdampak bencana.
Selain itu, mekanisme penyaluran bantuan perlu dibuat lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi lapangan.
Ia juga mengajak pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga filantropi untuk berkolaborasi menyediakan beasiswa berkelanjutan.
Dukungan lintas sektor dinilai penting agar bantuan pendidikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menopang pemulihan jangka menengah dan panjang.
Kurniasih menegaskan, menjaga akses pendidikan di wilayah terdampak bencana merupakan bagian penting dari pemulihan kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi muda.-***

















