“Oleh karena itu, dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat,” ujarnya.
Untuk diketahui, secara kuantitas untuk penyaluran 2 bulan secara sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sejumlah 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter. Demi pelaksanaan program prorakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 11,92 triliun.
Berdasarkan laporan yang disusun Bapanas, per 13 Februari total stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,34 juta ton merupakan stok CBP. Sisanya 188,5 ribu ton merupakan stok beras komersial. Untuk stok minyak goreng yang ada di Bulog masih terdapat sekitar 15 ribu kiloliter.
Untuk realisasi program bantuan pangan beras dan minyak goreng yang telah terlaksana sebelumnya telah mencapai 18.167.117 penerima di seluruh Indonesia.
Bantuan pangan beras dan minyak goreng yang telah selesai per 31 Januari 2026 lalu, telah berhasil mendistribusikan beras sebanyak 363,3 ribu ton dan minyak goreng 72,6 ribu kiloliter.
Sebelumnya, dalam keterangan pers Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Negara, juga melaporkan kesiapan pemerintah dalam pengguliran kembali program bantuan pangan. Ia juga meminta keterlibatan pemerintah daerah dalam implementasi program ini.
“Bantuan pangan akan dibagikan di bulan Februari itu terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng dengan anggaran Rp 11,92 triliun. Nah, ini pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik,” ujarnya.
Stok pemerintah pun sangat mencukupi untuk menjalankan program prorakyat ini. Ini linear dengan produksi pangan dalam negeri yang mengalami akselerasi yang signifikan di awal tahun 2026 ini.
“Terkait dengan kesiapan dan juga peningkatan produksi beras di bulan Januari, Februari sampai dengan Maret, di mana diperkirakan dengan kenaikan (produksi) yang ada itu, bansos yang diberikan beras itu mencukupi, karena stoknya nanti akan terpenuhi di akhir Maret,” katanya.
Dalam rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) diproyeksikan produksi beras Januari sampai Maret 2026 dapat mencapai 10,16 juta ton atau meningkat 1,39 juta ton dibandingkan total produksi beras Januari-Maret 2025 yang berada di angka 8,78 persen. Secara persentase, peningkatannya setara 15,79 persen.***
















