TERASJABAR.ID – Distress adalah reaksi emosional yang muncul saat seseorang menghadapi tekanan yang terasa berat atau sulit dikendalikan.
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup, memengaruhi kesehatan fisik, serta meningkatkan risiko gangguan mental.
Banyak orang menyamakan distress dengan stres, padahal keduanya berbeda.
Stres bisa bersifat sementara dan bahkan memotivasi seseorang untuk menghadapi tantangan.
Sebaliknya, distress merupakan stres yang berdampak negatif karena menimbulkan perasaan tertekan, kewalahan, dan kehilangan semangat.
Distress biasanya terjadi ketika tekanan berlangsung terus-menerus atau terasa terlalu berat untuk diatasi.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, hingga kesehatan secara keseluruhan.
Beberapa tanda distress antara lain perasaan sedih berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, perubahan pola makan, hingga menarik diri dari lingkungan.
Pada kondisi yang lebih berat, seseorang bahkan dapat memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Distress dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti konflik di tempat kerja, masalah keuangan, tuntutan akademis, pengalaman traumatis, kurangnya dukungan sosial, atau kebiasaan mengonsumsi alkohol dan zat adiktif.
Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan langkah sederhana seperti mengambil jeda singkat dari aktivitas, berbagi cerita dengan orang terpercaya, menjaga pola hidup sehat, serta menghindari alkohol dan zat adiktif.
Jika gejala semakin berat, sebaiknya mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat.-*

















