TERASJABAR.ID – Paulo Fonseca mengaku tetap menikmati masa singkatnya bersama AC Milan, meski merasa seharusnya diberi waktu lebih lama untuk membangun perubahan di San Siro.
Ia direkrut pada musim panas 2024 untuk menggantikan Stefano Pioli, namun diberhentikan setelah laga terakhir tahun tersebut melawan AS Roma.
Saat itu, Milan berada di peringkat kedelapan dengan 27 poin.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Fonseca menilai proyek perubahan gaya bermain, –menuju pendekatan yang lebih menyerang– butuh proses.
Menurutnya, mengubah identitas yang sudah tertanam selama bertahun-tahun tidak bisa instan, terlebih di Italia yang dikenal sangat menuntut secara taktis.
Ia merasa timnya sempat menampilkan performa dan kualitas permainan yang menjanjikan, meski konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.
Posisinya kemudian digantikan oleh sesama pelatih Portugal, Sergio Conceicao.
Namun, Rossoneri tetap gagal menembus kompetisi Eropa dan kalah di final Coppa Italia dari Bologna FC 1909.
Fonseca juga menilai pengalamannya di Serie A membentuknya menjadi pelatih yang lebih komplet, terutama dalam aspek bertahan.
Kini ia menangani Olympique Lyonnais di Ligue 1, yang berada di posisi ketiga klasemen, terpaut tujuh poin dari pemuncak RC Lens.
Sepanjang kariernya di Serie A, Fonseca mencatat 46 kemenangan dari 93 laga bersama Roma, dengan dua musim berakhir di posisi kelima dan ketujuh.-***

















