TERASJABAR.ID – Zat aditif sering ditambahkan ke dalam makanan olahan untuk meningkatkan rasa, memperpanjang masa simpan, memperbaiki tekstur, atau membuat tampilan makanan lebih menarik.
Meski memiliki fungsi tertentu, konsumsi makanan yang mengandung zat aditif sebaiknya dibatasi karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang.
Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan selama atau setelah proses pengolahan makanan.
Jenisnya sangat beragam, mulai dari pengawet, pewarna, pemanis, hingga penyedap rasa.
Bahkan, vitamin dan mineral juga termasuk zat aditif jika ditambahkan untuk memperkaya nilai gizi suatu produk.
Namun, tidak semua zat aditif aman jika dikonsumsi terus-menerus.
Beberapa di antaranya justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Pengawet seperti benzoat, nitrat, dan sulfit, misalnya, dikaitkan dengan risiko alergi, gangguan metabolisme, hingga kanker jika dikonsumsi berlebihan.
MSG dapat memicu keluhan seperti sakit kepala atau keringat berlebih pada orang yang sensitif.
Sementara itu, sirop jagung tinggi fruktosa dan pemanis buatan berisiko meningkatkan obesitas, gangguan gula darah, dan masalah kesehatan lainnya.
Selain itu, kandungan gula dan garam yang berlebihan dalam makanan olahan juga berkontribusi terhadap penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.
Sodium nitrat pada daging olahan bahkan dapat membentuk senyawa berbahaya saat dipanaskan.
Untuk mengurangi risiko, biasakan menerapkan pola hidup sehat dan membatasi konsumsi makanan olahan.
Mengolah makanan sendiri di rumah lebih dianjurkan karena memungkinkan Anda mengontrol bahan dan porsi.
Jika perlu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar asupan nutrisi tetap seimbang dan aman.-***











