TERASJABAR.ID – Dalam 24 jam terakhir, sejumlah perkembangan penting muncul terkait pemilihan presiden baru FC Barcelona.
Joan Laporta masih dianggap sebagai kandidat terkuat untuk kembali memimpin klub.
Namun, pernyataan terbaru dari legenda klub Xavi Hernandez memicu perdebatan dan berpotensi mengalihkan sebagian dukungan kepada pesaingnya, Victor Font.
Dalam sebuah wawancara yang ramai dibicarakan, Xavi mengklaim bahwa pemecatannya pada musim panas 2024 bukan sepenuhnya keputusan Laporta.
Ia menuding penasihat klub, Alejandro Echevarria, memiliki peran besar di balik keputusan tersebut dan disebut menjalankan pengaruh kuat di balik layar.
Laporta kemudian menanggapi tuduhan tersebut dalam debat pemilihan presiden bersama Font.
Ia membantah keras pernyataan Xavi dan menegaskan bahwa keputusan memecat sang pelatih diambil karena hasil tim yang dinilai kurang memuaskan.
Menurutnya, situasi tim berubah setelah kehadiran pelatih baru, Hansi Flick, yang mampu membawa peningkatan performa dengan skuad yang hampir sama.
Laporta juga menuding bahwa Xavi dimanfaatkan oleh pihak lain untuk menyerangnya secara politik menjelang pemilihan.
Ia bahkan menyiratkan bahwa ada upaya memengaruhi proses pemilihan melalui berbagai tuduhan yang dianggap tidak berdasar.
Selain itu, Laporta membantah kabar bahwa ia menolak kesempatan membawa kembali Lionel Messi pada 2023.
Ia menjelaskan bahwa keluarga Messi sendiri akhirnya memilih bergabung dengan Inter Miami CF karena mempertimbangkan tekanan yang mungkin muncul jika kembali ke Barcelona.-*















