TERASJABAR.ID – Daun belalai gajah dikenal sebagai tanaman herbal yang kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari menjaga daya tahan tubuh hingga membantu pencegahan penyakit serius.
Meski demikian, sebelum mengonsumsinya, penting memahami dasar ilmiah, potensi risiko, serta cara penggunaan yang tepat agar tetap aman.
Tanaman bernama latin Clinacanthus nutans ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Daun belalai gajah mengandung beragam senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, saponin, dan asam fenolat yang berperan sebagai antioksidan dan antiperadangan.
Biasanya, daun ini diolah menjadi teh herbal, ekstrak cair, atau suplemen kapsul.
Salah satu manfaat yang paling dikenal adalah kemampuannya membantu meningkatkan sistem imun.
Kandungan antioksidan di dalamnya berfungsi melawan radikal bebas, sehingga membantu melindungi sel tubuh dan mempercepat pemulihan saat sakit.
Selain itu, senyawa flavonoid dan triterpenoid dipercaya mampu meredakan peradangan serta nyeri sendi.
Daun belalai gajah juga diduga berpotensi membantu menurunkan tekanan darah berkat efeknya dalam melebarkan pembuluh darah.
Beberapa studi awal bahkan menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan sel kanker, meski bukti ini masih terbatas pada penelitian laboratorium dan hewan.
Di sisi lain, konsumsi yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping seperti mual, diare, sakit perut, atau reaksi alergi.
Tanaman ini juga tidak dianjurkan bagi ibu hamil, menyusui, serta individu yang sedang mengonsumsi obat tertentu.
Oleh sebab itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat disarankan sebelum menggunakan daun belalai gajah sebagai suplemen kesehatan.-***
















