TERASJABAR.ID – Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, sahur menjadi salah satu waktu makan yang sangat penting.
Sahur berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh agar tetap kuat menjalani aktivitas sepanjang hari hingga waktu berbuka.
Namun, masih banyak orang yang sering melewatkan sahur karena bangun terlambat atau merasa tidak lapar.
Padahal, tidak sahur dapat memberikan beberapa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Berikut tiga dampak buruk jika tidak sahur saat puasa.
Baca Juga: Info QC, PT Central Motor Wheels Gelar Loker Buat Lulusan SMA SMK!
Tubuh Mudah Lemas dan Tidak Bertenaga
Tidak sahur membuat tubuh kekurangan asupan energi sejak pagi hari.
Akibatnya, tubuh akan lebih cepat merasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
Hal ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cadangan energi yang cukup untuk digunakan selama berpuasa.
Risiko Dehidrasi Lebih Tinggi
Sahur juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebelum menjalani puasa.
Jika seseorang tidak sahur, maka tubuh akan kekurangan asupan air sejak awal hari.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika melakukan aktivitas yang cukup padat atau berada di lingkungan yang panas.
Baca Juga; Tanpa Pengalaman, Indomaret Group Bandung dan Sekitarnya Gelar Loker Terbaru
Asam Lambung Mudah Naik
Melewatkan sahur dapat memicu masalah pada lambung.
Saat perut kosong terlalu lama, produksi asam lambung bisa meningkat dan menyebabkan rasa tidak nyaman seperti perih, mual, atau bahkan memperparah gangguan lambung.***
















