Selain beras, Bulog juga memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai ketentuan terbaru pemerintah terkait skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen.
Penyaluran kini dilakukan langsung oleh BUMN Pangan, termasuk Bulog tanpa melalui distributor, sehingga distribusi lebih terkendali dan efisien.
“Minyakita ini disalurkan langsung dari gudang Bulog ke pasar-pasar SP2KP dengan harga Rp14.500 per liter dari gudang dan dijual kepada masyarakat sesuai HET Rp15.700 per liter. Skema ini memberikan margin yang wajar bagi pengecer sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.
Bulog telah mulai menyalurkan Minyakita secara langsung sejak 1 Januari 2026. Saat ini, stok yang disiapkan mencapai 30.000 kiloliter per bulan dan khusus menjelang Lebaran ditingkatkan hingga 70.000 kiloliter guna mengantisipasi lonjakan permintaan.
Selama Ramadhan hingga Idulfitri 2026, Bulog menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan distribusi komoditas strategis—khususnya beras dan Minyakita ke pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia guna menjaga keterjangkauan harga serta menjamin kecukupan pasokan bagi masyarakat.***
















