TERASJABAR.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Komunitas Pemuda Istimewa menyelenggarakan program bertema “Memerdekakan dari Penjajahan Kegelapan” yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
Program ini difokuskan pada 40 rumah warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan, khususnya minimnya akses terhadap penerangan dan kebutuhan dasar.
Acara peluncuran secara simbolis digelar di kediaman Rasman, warga RT 07 RW 09, yang rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
Rasman sehari-hari bekerja sebagai pengrajin sapu lidi dengan penghasilan sangat kecil.
“Sapu lidi saya jual seribu rupiah. Sehari paling dapat lima ribu, jadi sebulan hanya sekitar seratus lima puluh ribu,” tuturnya.
Dengan pendapatan tersebut, kebutuhan penerangan menjadi beban berat. Untuk menyalakan lampu cempor, ia harus membeli minyak tanah Rp17.000 per liter, yang hanya cukup untuk seminggu.
“Kalau tidak ada uang, ya gelap-gelapan. Telunjuk sendiri pun tidak terlihat,” ungkapnya.
Kesulitan juga dialami dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
Menurutnya, menu sehari-hari bergantung pada apa yang tersedia.
“Kalau ada beras, dimasak beras. Kalau tidak, makan singkong atau daun-daunan, yang penting bisa makan,” jelasnya.
Melalui dukungan Bank BJB, Komunitas Pemuda Istimewa menghadirkan solusi berupa bantuan penerangan dan kebutuhan lain yang relevan.
“Kemerdekaan bukan sekadar upacara atau pengibaran bendera, tetapi diwujudkan lewat aksi nyata. Kami ingin memerdekakan masyarakat dari kegelapan keterbatasan,” ujar koordinator program.
Bantuan ini disambut penuh syukur oleh warga.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat terbantu. Terima kasih,” kata Rasman dengan haru.
Program ini menjadi wujud nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat diimplementasikan melalui kepedulian dan kerja bersama untuk masyarakat yang membutuhkan.-***