TERASJABAR.ID – Dalam hubungan, ada beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan kepada pasangan karena bisa melukai perasaan dan memicu pertengkaran.
Terutama saat emosi sedang tinggi, penting untuk menyaring kata-kata agar tidak terkesan menghakimi, meremehkan, atau mengabaikan perasaan pasangan.
Beberapa contoh kalimat yang perlu dihindari antara lain, “Kamu seharusnya tidak merasa begitu,” karena terkesan menolak validitas perasaannya.
Setiap orang berhak merasakan emosi yang berbeda, jadi cobalah mendengarkan lebih dulu sebelum memberi tanggapan.
Kalimat “Kamu terlalu sensitif” juga bisa membuat pasangan merasa disalahkan atas emosinya.
Lebih baik pahami sudut pandangnya.
Mengatakan “Jangan menangis” saat pasangan sedang sedih pun kurang tepat, karena menangis adalah reaksi yang wajar.
Dampingi dan beri dukungan alih-alih membungkam emosinya.
Begitu pula dengan ucapan “Aku membencimu” saat marah.
Meski hanya luapan sesaat, kata tersebut sangat menyakitkan. Sampaikan ketidaksukaan pada sikapnya, bukan menyerang pribadinya.
Selain itu, hindari ultimatum seperti, “Kalau kamu sayang aku, harusnya kamu melupakan masa lalumu”.
Menerima pasangan berarti juga menerima masa lalunya. Jika ada hal yang mengganggu, komunikasikan dengan tenang tanpa menyudutkan.
Menjaga komunikasi tetap sehat bukan berarti memendam perasaan, tetapi menyampaikannya dengan cara yang lebih bijak.
Saling mendengarkan, terbuka, dan tidak menghakimi adalah kunci hubungan yang langgeng.
Jika komunikasi terasa sulit, pertimbangkan berkonsultasi dengan profesional.-***










