Dalam promosi beberapa klinik atau rumah sakit yang menyediakan terapi hiperbarik, dikatakan manfaat terapi adalah memperlancar sirkulasi darah, membantu penyembuhan luka pasca operasi, memberi efek kebugaran tubuh, memelihara kecantikan dan mencegah penuaan dini, membantu pemulihan stroke dan gangguan aliran darah.
Brosur Oxybaric menyebut peluang dari terapi oksigen ini, selain yang disebut di atas.
Antara lain, menyembuhkan stroke, diabetes, mempercepat penyembuhan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, difsungsi ereksi, migrain, epilepsi, insomnia, Parkinson, syaraf kejepit, kanker usus, ketergantungan narkoba, menekan radikal bebas, dan bahkan gangguan jiwa.
“Kalau HIV, bawa ke sini. Saya jamin, dengan terapi oxybaric dia akan sembuh tetapi harus menjalani dengan konsisten dan bertahap,” kata Pak Steve kepada saya dan seorang teman saat ngobrol bersama.
Bagaimana dengan orang yang sudah harus cuci darah?
“Silakan berobat kemari, sudah pernah ada yang sembuh. Berhenti cuci darah. Janganl lupa, bawa rekam medisnya. Jalani terapi, ikuti tahap-tahap, nanti akan sembuh. Cuci darah itu kan terjadi karena ginjalnya mengecil. Dengan terapi oksigen, ginjalnya secara pelahan akan mengembang secara bertahap, dan di ujungnya akan kembali normal. Kita ada dokter di sini yang memeriksa sebelum dan setelah ikut terapi,” kata Pak Steve dengan meyakinkan.
Termasuk yang popular adalah mengembalikan fungsi ereksi, yang banyak dikeluhkan laki-laki karena stress atau pembuluh darah tersumbat sehingga terhambat. Karena darahnya sehat dan alirannya ke kelamin lancar, maka efeknya adalah fungsinya kembali normal.
“Saya mengalami sendiri. Tadinya mati total, tetapi setelah terapi beberapa kali, sekarang sudah dapat digunakan lagi,” kata seorang pasien dengan wajah sumringah.
Menginap di fasilitas Oxybaric bagi orang Jakarta yang sibuk, jarang istirahat, stress akibaat pekerjaan atau tekanan hidup, seperti menepi ke tempat yang damai dan tenang. Dengan lokasi lereng gunung berketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut, yang masih asri, setelah jam 20.00 aktivitas seperti berhenti. Dengan udara yang cenderung dingin (bisa 20 derajat Celsius), tiupan angin yang sepoi-sepoi, tubuh maunya beristirahat total. Apalagi kalau habis terapi, lalu makan malam, maka mata mudah ngantuk.
















