TERASJABAR.ID – Saat berbuka puasa, banyak orang yang mencari takjil untuk mengembalikan energi dan menghilangkan rasa lapar.
Berbuka puasa dengan takjil yang sehat dan aman dapat membantu mengembalikan energi dan menjaga kesehatan tubuh.
Namun, perlu diingat bahwa mencari takjil harus berhati-hati karena ada beberapa takjil yang mengandung pengawet berbahaya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti keracunan makanan, alergi, dan bahkan kanker. Oleh karena itu, penting untuk memilih takjil yang aman dan sehat.
Jadi perlu diingat bahwa tidak semua takjil yang dijual di pasar atau warung aman untuk dikonsumsi. Berikut beberapa ciri-ciri takjil yang berbahaya dan harus diwaspadai.
Makanan mengandung formalin biasanya memiliki ciri-ciri seperti berikut ini.
Tahu: bentuknya sangat bagus, kenyal tidak mudah kancur, awet beberapa hari, dan tidak mudah busuk
Mi basah: awet beberapa hari dan tidak basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin
Daging ayam, ikan: berwarna putih bersih, awet beberapa hari, tidak mudah busuk, kenyal, insang ikan berwarna merah tua bukan merah segar.
- 3 Amalan Menjelang Ramadhan 2026, Wajib Tahu!
- Lulusan SMA SMK Mendekat Yuk! Padel Light Bandung Buka Loker Posisi Staff
- Mendes PDT Terima 15 CEO Asal Inggris Bahas Listrik dan Investasi Desa
- Mendiktisaintek dan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia Bahas Kolaborasi Riset Prioritas
- Mendiktisaintek: Peran Guru Besar sebagai Lokomotif Riset
Ciri-ciri makanan mengandung Boraks
Mi basah, bakso, cilok, lontong, dan otak-otak: tekstur sangat kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah terpotong.
Kerupuk rambak: terasa getir.
Makanan dengan pewarna buatan Makanan dengan kandungan rodamin B dan metanil yellow ditandai dengan warna yang sangat mencolok atau tidak wajar serta cenderung berpendar.
















