TERASJABAR.ID – Saat berbuka puasa, banyak orang yang mencari takjil untuk mengembalikan energi dan menghilangkan rasa lapar.
Berbuka puasa dengan takjil yang sehat dan aman dapat membantu mengembalikan energi dan menjaga kesehatan tubuh.
Namun, perlu diingat bahwa mencari takjil harus berhati-hati karena ada beberapa takjil yang mengandung pengawet berbahaya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti keracunan makanan, alergi, dan bahkan kanker. Oleh karena itu, penting untuk memilih takjil yang aman dan sehat.
Jadi perlu diingat bahwa tidak semua takjil yang dijual di pasar atau warung aman untuk dikonsumsi. Berikut beberapa ciri-ciri takjil yang berbahaya dan harus diwaspadai.
Makanan mengandung formalin biasanya memiliki ciri-ciri seperti berikut ini.
Tahu: bentuknya sangat bagus, kenyal tidak mudah kancur, awet beberapa hari, dan tidak mudah busuk
Mi basah: awet beberapa hari dan tidak basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin
Daging ayam, ikan: berwarna putih bersih, awet beberapa hari, tidak mudah busuk, kenyal, insang ikan berwarna merah tua bukan merah segar.
- Pendaki Dilarang Mendekati Kawah Gunung Ciremai Radius 500 Meter
- Polsek Limbangan Bekuk Pelaku Pencurian di Toko Foto Studio Garut
- Gramedia Cimahi Gelar Loker Buat Lulusan SMA dan SMK, Tertarik?
- Maksimal 45 Tahun! Mie Gacoan Adakan Loker Buat Lulusan SMA dan SMK
- Tata Kelola Pupuk Subsidi Disempurnakan, Kementan Targetkan Efisiensi Anggaran 20 Persen
Ciri-ciri makanan mengandung Boraks
Mi basah, bakso, cilok, lontong, dan otak-otak: tekstur sangat kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah terpotong.
Kerupuk rambak: terasa getir.
Makanan dengan pewarna buatan Makanan dengan kandungan rodamin B dan metanil yellow ditandai dengan warna yang sangat mencolok atau tidak wajar serta cenderung berpendar.

















