TERASJABAR.ID – Saat berbuka puasa, banyak orang yang mencari takjil untuk mengembalikan energi dan menghilangkan rasa lapar.
Berbuka puasa dengan takjil yang sehat dan aman dapat membantu mengembalikan energi dan menjaga kesehatan tubuh.
Namun, perlu diingat bahwa mencari takjil harus berhati-hati karena ada beberapa takjil yang mengandung pengawet berbahaya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti keracunan makanan, alergi, dan bahkan kanker. Oleh karena itu, penting untuk memilih takjil yang aman dan sehat.
Jadi perlu diingat bahwa tidak semua takjil yang dijual di pasar atau warung aman untuk dikonsumsi. Berikut beberapa ciri-ciri takjil yang berbahaya dan harus diwaspadai.
Makanan mengandung formalin biasanya memiliki ciri-ciri seperti berikut ini.
Tahu: bentuknya sangat bagus, kenyal tidak mudah kancur, awet beberapa hari, dan tidak mudah busuk
Mi basah: awet beberapa hari dan tidak basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin
Daging ayam, ikan: berwarna putih bersih, awet beberapa hari, tidak mudah busuk, kenyal, insang ikan berwarna merah tua bukan merah segar.
- Total 25 Body Pack Korban Longsor Ditemukan Tim SAR Gabungan
- MWC NU Arjasari Resmi Miliki Kantor Baru, Ini Harapan H. Cucun dan Bupati Bandung
- Mentan Libatkan Purnabakti Kementan, Perkuat Pembangunan Pertanian Nasional
- Lho Ko, Biaya Operasional PAM Kuningan Rp 60 M, Tapi Kontribusi PAD Cuma Rp 2,5 M?
- Luar Biasa! Para Atletik Indonesia Panen 38 Medali Emas ASEAN Para Games 2025 Thailand
Ciri-ciri makanan mengandung Boraks
Mi basah, bakso, cilok, lontong, dan otak-otak: tekstur sangat kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah terpotong.
Kerupuk rambak: terasa getir.
Makanan dengan pewarna buatan Makanan dengan kandungan rodamin B dan metanil yellow ditandai dengan warna yang sangat mencolok atau tidak wajar serta cenderung berpendar.
















