Menurut Saidah, penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk hadir secara cepat dan tepat di tengah masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini juga dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit akibat keterbatasan air bersih pascabencana.
“Selain distribusi air bersih, BAZNAS juga terus melakukan asesmen kebutuhan lanjutan di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penguatan layanan kemanusiaan lainnya, seperti dukungan pangan, layanan kesehatan, dan bantuan logistik keluarga bagi warga terdampak,” ucapnya.
Saidah menambahkan, sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam efektivitas respons bencana.
“Kami mengapresiasi dukungan para muzaki dan seluruh mitra yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga bantuan air bersih ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Distribusi air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh atau menggunakan air yang tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran BAZNAS di lapangan menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian umat terhadap sesama.
BAZNAS memastikan seluruh bantuan disalurkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran dengan dukungan tim berpengalaman di lapangan.
“BAZNAS akan terus memantau perkembangan di wilayah terdampak bencana dan berkomitmen hadir mendampingi masyarakat hingga mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” tutup Saidah.***
















