“Kami berharap dengan adanya layanan ini, kondisi kesehatan selama puasa tetap prima. Kalau ada keluhan seperti sakit, pegal, atau kekurangan vitamin, bisa langsung meminta pemeriksaan kepada dokter,” jelasnya.
Saidah menyampaikan, untuk pelayanan di Terminal Kampung Melayu BAZNAS menargetkan sebanyak 100 penerima manfaat dengan waktu pelayanan pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.
Meski demikian, masyarakat tetap dilayani meskipun jumlah peserta melampaui target. “Kami akan terus melanjutkan layanan selama waktu dan anggaran masih tersedia,” jelasnya.
Saidah berharap, layanan Kesehatan ini bisa membantu masyarakat tetap sehat selama Ramadan dan ke depan dapat menjangkau lebih banyak lokasi agar manfaatnya semakin luas.
“Kami tidak menolak siapa pun yang ingin berobat. Silakan datang dan memanfaatkan layanan yang tersedia. Bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, BAZNAS juga menyediakan layanan di Rumah Sehat BAZNAS Indonesia di Jatinegara yang berstatus Klinik Pratama dengan fasilitas pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, serta layanan USG,” ujarnya.
Sementara itu, Sarjono (68), pengemudi ojek online yang telah bekerja selama lima tahun, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut.
“Terima kasih BAZNAS. Saya senang sekali ada layanan kesehatan untuk ojek dan sopir. Kalau bisa dirutinkan, misalnya sebulan sekali, karena pekerjaan kami sering di jalan dan cukup berisiko,” katanya.
Senada dengan itu, Agusman (45), Pengemudi Mikrobus Jaklingko yang telah bekerja 6 tahun, juga menyampaikan apresiasinya setelah mengikuti layanan kesehatan gratis untuk pertama kalinya.
“Ini sangat menolong dan gratis. Kalau bisa ditambah lagi layanannya supaya semakin banyak yang merasakan manfaat,” ujarnya.***
















