Iskandar menyatakan transformasi digital penting agar pengelolaan kurban semakin profesional dan terpercaya.
“Kami ingin membangun ekosistem kurban yang modern, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Produsen Yufeed Berkah Mulia Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama mengaku sistem digital membuat peternak lebih disiplin dan profesional.
“Kami jadi tahu perkembangan ternak, biaya pakan, sampai hasil penjualan. Semua tercatat rapi,” katanya.
Selain digitalisasi layanan, BAZNAS RI juga memastikan distribusi kurban dilakukan secara merata hingga wilayah 3T dan daerah rawan pangan melalui sistem distribusi berbasis kebutuhan wilayah.
Program ini turut menghadirkan inovasi Kurban Kaleng agar distribusi daging kurban dapat menjangkau wilayah dengan akses terbatas maupun daerah terdampak bencana.***
Sumber: Siaran Pers BAZNAS
















