Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah, Ikhlas Transada, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi contoh konkret bagaimana dana zakat dan kurban mampu menghadirkan dampak berlapis.
“Jadi, bantuan dari muzaki itu kita coba untuk zakat produktif seperti balai ternak ini, ada juga lumbung pangan. Tapi kalau di tempat kita lebih yang sifatnya produktif daripada konsumtif. Jadi, biar ada manfaatnya. Kalau konsumtif kan hanya untuk makan sekadarnya saja seperti itu,” ujarnya.
Selain pengembangan ternak, Balai Ternak BAZNAS Lampung Tengah juga memiliki berbagai fasilitas modern seperti kandang karantina, hotel ternak, rumah kompos, sekretariat kelompok, hingga aplikasi digital SIRENA (Sistem Identifikasi dan Recording Ternak) dan SIEMBE yang digunakan untuk pencatatan mutasi ternak dan laporan keuangan kelompok.
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 juga mengedepankan transparansi dan tata kelola profesional melalui prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Masyarakat dapat berkurban melalui berbagai kanal digital yang telah disediakan BAZNAS RI.
Distribusi kurban pun dipastikan menjangkau wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), daerah rawan pangan, hingga wilayah terdampak bencana melalui skema distribusi segar maupun inovasi Kurban Kaleng.***
Sumber: Siaran Pers BAZNAS
















