Ketua Koperasi Balai Ternak Lampung Tengah, Indra Sofwatama, mengatakan bahwa kehadiran program Balai Ternak telah membawa perubahan besar bagi masyarakat desa, terutama dalam hal kesejahteraan. Mulai dari kemampuan menyekolahkan anak di perguruan tinggi hingga keberhasilan membangun rumah yang lebih layak.
“Iya, jadi yang paling banyak ketara itu perubahan dari sekolah gitu. Alhamdulillah ada yang sudah bisa masuk ke perguruan tinggi. Terus, kemudian dulu ada anggota kami yang rumahnya masih, mohon maaf, masih gribik, itu sekarang setelah panen kambing bisa bangun rumah semipermanen,” katanya kepada awak media di Balai Ternak Lampung Tengah, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, keberadaan Pabrik Pakan Yufeed menjadi salah satu inovasi penting karena mampu menekan biaya produksi peternak. Koperasi ini bahkan telah berhasil mengolah bahan baku lokal menjadi pakan berkualitas yang pemasarannya kini telah menembus pasar luar daerah, mulai dari wilayah Bandung hingga Sumatera Selatan.
“Jadi kami kelola pabrik pakan Yufeed, kemudian kita kemas dan kita distribusikan. Dan alhamdulillah kita juga sudah menembus pasar di Bandung untuk produksi pakan, eh, silase itu sampai dengan Sumatera Selatan kalau untuk distribusi pakan silase,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peternak binaan, Siswanto (50), mengaku kehidupannya berubah sejak bergabung menjadi anggota Balai Ternak BAZNAS, terutama dalam mengelola sistem peternakan.
“Alhamdulillah, yang jelas dari segi pembelajaran kami secara beternak, kami sudah tertata. Yang kedua, kemanfaatan dari awalnya kami memelihara kambing itu satu atau dua, sekarang sudah banyak. Dan kami bisa tularkan ke teman-teman di sekitar kami. Jadi, dulu kan ada pembelajaran untuk memelihara ternak, segala macam, caranya menyuntik,” tuturnya.
Siswanto mengatakan pendampingan yang dilakukan BAZNAS tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga pembinaan spiritual dan sosial. Ia mengisahkan pihaknya telah membantu mustahik lain yang saat ini menjadi peternak yang produktif.
“Jadi, ada dulu yang kami bantu. Salah satu orang yang kami bantu kebetulan suaminya meninggal. Kami bantu dengan dua kambing. Dalam waktu satu tahun, kambing itu sudah jadi empat. Nah, kambing itu akhirnya dijual untuk modal beli sapi,” katanya.
















