Sementara itu, Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaborasi bersama BAZNAS RI yang dinilai sangat sejalan dengan visi kementerian dalam membangun desa.
Ia memandang integrasi program pemberdayaan seperti UPZ Desa sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan dana filantropi yang tepat sasaran.
“Kementerian Desa memang ingin sekali mengintegrasikan dan berkolaborasi melalui program-program yang ada bersama BAZNAS. Ternyata saat dibahas, banyak sekali potensi kerja sama yang bisa kita lakukan, dan salah satu yang paling strategis adalah pembentukan UPZ Desa yang menjadi fokus utama kami bersama Ketua BAZNAS hari ini,” tuturnya.
Yandri menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh untuk program kolaborasi bersama BAZNAS RI, termasuk terkait sosialisasi program agar informasi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Nantinya, kolaborasi BAZNAS dan Kemendes juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer-influencer agar dampaknya terasa nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Audiensi strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak. Delegasi BAZNAS RI dipimpin oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM.
Dari pihak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, hadir Menteri Desa PDT, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., didampingi Sekretaris Jenderal, Dr. Taufik Madjid, S.Sos., M.Si., serta Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS.***
Sumber: BAZNAS
















