TERASJABAR.ID – Manajer Hansi Flick kembali membela Lamine Yamal setelah sang pemain menunjukkan reaksi emosional usai diganti saat FC Barcelona kalah 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA 2025–2026 di Camp Nou.
Pada pertandingan tersebut, Yamal dipercaya tampil sejak menit awal, tetapi belum mampu membawa timnya menghindari kekalahan.
Seusai laga, ia tampak frustrasi hingga harus ditenangkan oleh rekan-rekannya, yang kemudian memicu perbincangan luas di media sosial.
Flick menilai reaksi itu sebagai hal yang wajar bagi pemain seusia Yamal.
Ia menegaskan bahwa sang winger sebenarnya tampil cukup baik sepanjang pertandingan, baik saat membantu serangan maupun bertahan.
Bahkan, Yamal beberapa kali mampu melewati sejumlah pemain lawan, yang menurutnya menjadi bukti kualitas besar yang dimiliki pemain muda tersebut.
Ia juga mengimbau publik untuk tidak membesar-besarkan situasi tersebut.
Menurut Flick, di usia 18 tahun, Yamal masih dalam tahap perkembangan, termasuk dalam hal mengontrol emosi di level kompetisi tertinggi.
Ia pun optimistis Yamal memiliki masa depan cerah dan berpotensi menjadi salah satu pemain terbaik, asalkan mendapat dukungan penuh.
Selanjutnya, Barcelona akan menghadapi RCD Espanyol di La Liga sebelum melakoni leg kedua melawan Atletico. Kemenangan menjadi target penting demi menjaga peluang meraih gelar musim ini.-***















