TERASJABAR.ID – Dalam menjaga fluktuasi harga pangan pokok strategis menjelang Idulfitri 1447 H (Lebaran), Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama mitra-mitra telah menjalankan berbagai program intervensi pangan sejak sebelum Ramadan. Periode pelaksanaannya pun dipastikan berjalan terus sampai Idulfitri menjelang.
Dilansir siaran pers Bapanas,
deretan program intervensi pangan yang telah dikebut sepanjang Ramadan sampai Idulfitri antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, dan mobilisasi stok melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Ada pula program bantuan pangan beras dan minyak goreng.
“Sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, stok pangan nasional kita aman dan memadai. Jadi pemerintah memastikan berbagai program intervensi pangan terus dilakukan sampai Lebaran untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.
Gagasan besar dalam program intervensi pangan adalah untuk membuka seluas-luasnya akses pangan terjangkau bagi masyarakat dan menjembatani daerah yang surplus stok bagi daerah yang defisit.
Selain itu, turut pula menyediakan penopang ekonomi bagi kebutuhan konsumsi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
“Tentu tidak hanya GPM, SPHP juga berjalan untuk beras. Kemudian juga FDP kita lakukan. Tatkala ada yang mahal dan ada sumber pasokan yang banyak, kita akan lakukan distribusi. Artinya tidak hanya GPM, FDP ada, SPHP ada. Bahkan ada bantuan pangan yang diperuntukkan bagi 33,2 juta keluarga dan akan diberikan di bulan Maret ini sekaligus,” tuturnya.
Pelaksanaan program-program intervensi pangan merupakan kristalisasi dari kolaborasi yang melibatkan banyak pihak.
Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD sampai asosiasi pelaku usaha pangan dirangkul guna dapat menghadirkan akses pangan dengan harga terjangkau di banyak titik lokasi se-Indonesia.
















